Pada tanggal 20 Mei 2025, suasana di Balai Desa Mangunharjo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, berubah menjadi meriah dan penuh semangat budaya. Dalam rangka perayaan tradisi tahunan Bersih Desa, digelar acara pagelaran seni Jaranan Putro Manggolo Budoyo. Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini berhasil menarik perhatian warga dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda.
Jaranan, sebagai salah satu kesenian tradisional Jawa yang sarat makna, menjadi daya tarik utama dalam perayaan ini. Dalam pertunjukannya, para penari mengenakan kostum khas dengan hiasan kepala mencolok, serta membawa kuda kepang yang terbuat dari anyaman bambu berwarna-warni. Musik gamelan yang rancak dan magis mengiringi setiap gerakan penari, menciptakan suasana yang memukau dan penuh energi.
Pagelaran ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya lokal. Kesenian Jaranan menyimpan nilai-nilai spiritual, filosofi hidup, dan semangat gotong royong masyarakat desa yang diwariskan secara turun-temurun. Kehadiran grup jaranan Putro Manggolo Budoyo dalam acara ini memperkuat identitas budaya Mangunharjo serta membangkitkan kebanggaan akan warisan leluhur.
Dengan latar belakang pegunungan dan nuansa pedesaan yang asri, pagelaran Jaranan di Desa Mangunharjo tahun ini menjadi momen yang tak terlupakan. Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal terpancar dari antusiasme penonton yang memenuhi halaman balai desa.
Semoga kegiatan semacam ini terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga serta mengembangkan budaya tradisional Indonesia.


